Selasa, 28 November 2017

Jadi Korban Kekerasan di Akademi Militer Thailand, Remaja Tewas, Otak, Jantung, dan Ginjal Dicuri !


BERITAMASAKINI139 - Kasus kekerasan terhadap pelajar di lingkungan akademi militer rupanya tak hanya ada di Indonesia.
Oktober lalu, seorang pelajar bernama Pakapong Tanyakan, asal Thailand dinyatakan meninggal dunia di sekolahnya akademi militer di Thailand.

Kematiannya yang mendadak membuat keluarganya curiga ada sesuatu yang tidak beres atas kemaian remaja 18 tahun ini.

Apalagi, keluarga hanya diberikan sertifikat kematian dari akademi tersebut yang menyatakan jika Pakapong meninggal dikarenakan gagal jantung mendadak.

Tak puas dengan investigasi yang ditangani pihak akademi, keluarga memutuskan untuk mengusut kasus kematian anaknya sendiri. ( PREDIKSI TOGEL )


Sebelum jasad Pakapong di bawa ke rumah untuk melakukan upacara pemakaman, sang ayah diam-diam membawa jasad Pakapong ke rumah sakit dan mengajukan permohonan autopsi pada 24 Oktober silam. ( BANDAR BOLA ONLINE )

Sedangkan, pengacara membantunya untuk berpura-pura melanjutkan upacara tersebut.

Betapa terkejutnya ia mengetahui hasil autopsi putranya itu.

Dari hasil autopsi, Pakapong dinyatakan telah kehilangan beberapa organ vitalnya, di antaranya otak, jantung, perut, dan kandung kemihnya.

Melansir worldofbuzz yang mengutip Khaosod Inggris, Senin (27/11/2017), kakak perempuan Pakapong, Suphitcha Tanyakan menggambarkan hal yang mengganggu saat autopsi berlangsung.
"Ternyata, saat mereka membuka tengkoraknya, hanya ada kertas tisu untuk menyerap darahnya," ujar Suphitcha.

Selain itu, dokter juga menemukan memar internal besar di sisi kanan perutnya, tulang rusuk keempatnya juga patah.

Bahkan, mayat Pakapong pun rusak.

"Dokter mengatakan jika kemungkinan besar, memar tersebut disebabkan oleh pukulan yang parah, sementara tulang rusuk yang patah tak mungkin disebabkan oleh resusitasi kardiopulmoner (CPR)," imbuk kakak perempuan Pakapong. ( BANDAR TOGEL ONLINE )

Mengetahui penemuan mengejutkan ini, pihak keluarga menginginkan organ-organ tubuh anaknya dikembalikan dan dilakukan penyelidikan atas penyebab kematian yang sebenarnya.

Saat ini, tubuh Pakakpong sedang menjalani autopsi di Institut Sains Forensik Nasional.

"Kami tidak membuat tuduhan tentang apa penyebab kematiannya. Kami tak memaksa dokter forensik untuk bergegas, karena kami menginginkan hasil yang akurat," terang Suphitcha.

Gadis tersebut menjelaskan jika ada penundaan pada kasus ini karena Sekolah Persiapan Akademi Angkatan Bersenjata Thailand belum mengembalikan organ adik laki-lakinya.

Sekolah ini memang dilaporkan memiliki riwayat rekrutmen dan kadet yang mendapatkan penyiksaan fisik.

Beberapa kejadian telah mengakibatkan kematian yang juga jarang mendapat penjelasan.
Ibu Pakapong ingat, putranya pernah diminta untuk melakukan headstand di lantai toilet sebagai hukuman.

Setelah kejadian itu, ia mengalami syok dan harus mendapatkan CPR untuk menghidupkannya kembali.

Kasus ini kini mulai mendapat perhatian nasional.

Keluarga Pakapong berharap, mereka mendapatkan jawaban atas kematian mendadak putra mereka.

Mereka juga berharap, pihak berwenang dapat mengusut tuntas kasus ini sehingga tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan ( POKER FREECHIP )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar